Bukan Dia yang Jahat, tapi Tulusku yang Salah Tempat
Bukan dia yang jahat.
Mungkin, dia cuma datang dengan kapasitas yang berbeda. Sedangkan aku datang membawa seluruh hati.
Dia tidak pernah benar-benar meminta semua rasa yang kuberi. Tapi aku, dengan sukarela, menaruh harapan di tempat yang ternyata tak bisa menyimpannya.
Aku sempat marah pada semesta. Bertanya kenapa orang seperti dia bisa membuatku sesedih ini.
Sampai akhirnya aku sadar…
Bukan dia yang jahat.
Yang salah cuma tulusku, yang memilih rumah pada seseorang yang sejak awal tak berniat menetap.
Kupikir, menjadi tulus sudah cukup untuk membuat seseorang memilih tinggal.
Ternyata, ketulusan tidak pernah punya kuasa untuk mengubah arah hati seseorang.
Jadi, bukan dia yang jahat.
Hanya aku yang meletakkan seluruh rasa di tempat yang tak pernah benar-benar menjadi rumah.
Dan mungkin, luka yang paling sunyi bukan berasal dari ditinggalkan.
Melainkan dari menyadari bahwa cinta yang kuberi begitu utuh… ternyata jatuh pada orang yang memang tak ditakdirkan menerimanya.
Komentar
Posting Komentar