Kalau Cerita Ini Memang Belum Selesai

Katanya…

Kalau sebuah cerita memang belum selesai, semesta akan terus menemukan cara untuk mempertemukan dua orang. Di kota yang berbeda. Di waktu yang tidak direncanakan. Di antrean kopi. Di lampu merah. Atau mungkin… hanya lewat lagu yang tiba-tiba diputar di tempat yang sama.

Aku tidak tahu apakah itu benar.

Tapi izinkan aku menjadi sedikit delusional.

Just a little.

Karena kenyataannya, cerita kita memang terlihat sudah selesai.

Kamu memilih menjauh.

Dan aku… perlahan belajar menerima bahwa tidak semua orang yang datang memang ditakdirkan untuk tinggal.

Tapi menerima bukan berarti aku harus berhenti percaya pada hal-hal kecil yang membuat hidup terasa hangat.


Jadi untuk sekarang…

Aku memilih berpikir bahwa cerita kita belum benar-benar tamat.

Bukan karena aku menolak kenyataan.

Bukan juga karena aku menunggu kamu kembali.

Aku hanya ingin percaya bahwa selama Tuhan belum menulis titik terakhir, akan selalu ada kemungkinan kecil yang indah.

Maybe we’ll accidentally walk on the same street.

Maybe we’ll order coffee at the same café.

Maybe we’ll look at the same sunset from different sides.

Or maybe… we won’t meet at all.

And that’s okay too.


Aku suka membayangkan Tuhan tersenyum melihat aku yang masih keras kepala.

“Ya ampun, anak ini masih aja percaya sama kebetulan.”

Padahal mungkin tidak ada yang namanya kebetulan.

Mungkin semuanya memang sudah diatur.

Kalau nanti kita dipertemukan lagi, aku akan menganggapnya sebagai hadiah.

Kalau ternyata tidak pernah lagi, aku juga akan menganggapnya sebagai jawaban.

Karena pada akhirnya, dua-duanya datang dari Tuhan.


Jadi kalau suatu hari aku melihat seseorang yang mirip kamu dari kejauhan, biarkan aku menoleh sebentar.

Kalau suatu hari namamu muncul tanpa sengaja di kepalaku, biarkan aku tersenyum sebentar.

It’s harmless.

A little hope never hurt anyone.

Selama harapan itu tidak menghentikanku menjalani hidup.


Aku akan tetap melanjutkan hidupku.

Tetap tertawa.

Tetap bekerja.

Tetap mengejar hal-hal yang membuatku bertumbuh.

Tapi di sudut hati yang paling kecil, aku akan menyisakan satu kalimat sederhana:

“God, if our story isn’t over yet… You know where to find both of us.”

Dan kalau ternyata kisah kita memang sudah selesai…

Setidaknya aku pernah mencintai seseorang sampai aku percaya bahwa setiap kebetulan mungkin adalah cara Tuhan menyapa.

Kalau nanti kita benar-benar dipertemukan lagi, aku akan tersenyum dan berkata, “Oh… jadi ini maksud-Mu.”

Kalau tidak…

Aku tetap akan tersenyum.

Karena mungkin, yang belum selesai bukan ceritaku denganmu.

Melainkan ceritaku dengan diriku sendiri.


Komentar

Postingan Populer