Maybe in another timeline

Hari ini aku kangen.

Kangen yang datangnya pelan, tanpa izin. Lagi scrolling, tiba-tiba kepikiran, “Eh, Spider-Man udah tayang ya.” Refleks, jariku hampir ngetik,

“Nonton, yuk?”

…terus berhenti.

Karena aku inget.

Inget gimana setiap chat terakhir kita terasa seperti aku takut mengganggu seseorang yang dulu justru selalu senang ngobrol sama aku. Inget gimana “love you sayang” berubah jadi pesan yang tak lagi berbalas. Inget gimana aku terus mencari alasan atas jarak yang tumbuh, sementara kamu pelan-pelan memilih pergi.

So I closed the chat before I even typed anything.

Aneh ya. Yang berubah bukan cuma hubungan kita. Sekarang aku juga belajar menahan hal-hal kecil yang dulu terasa begitu hangat dan biasa.

Aku masih kangen.
Masih pengen cerita film baru.
Masih pengen denger komentar receh kamu setelah credit scene selesai.
Masih pengen ngeributin hal-hal gak penting.

But missing someone doesn’t always mean they’re supposed to come back.

Kadang rindu cuma datang untuk mengingatkan kalau aku pernah sebahagia itu bersama seseorang.

I miss you, sayaanggg… 

But I miss the version of us that no longer exists.


Komentar

Postingan Populer