Maybe, This Is What Letting Go Feels Like
Akhirnya, pelan-pelan aku mulai terbiasa dengan jarak.
Bukan berarti aku sudah benar-benar lupa.
Bukan juga berarti namamu sudah tidak punya tempat apa-apa lagi di kepalaku. Tapi sekarang, aku mulai bisa melewati hari tanpa terus mencari keberadaanmu.
Aku mulai tidak terlalu sering memikirkanmu.
Mulai tidak merasa perlu mengirim pesan hanya karena tiba-tiba ingin tahu kamu sedang apa. Mulai bisa menahan tangan untuk tidak membuka chat, tidak mencari kabar, tidak bertanya-tanya apakah hari ini kamu juga sedang mengingatku.
And somehow, it feels good.
Ternyata kehilangan seseorang tidak selalu berakhir dengan lupa. Kadang, kita hanya belajar hidup tanpa kehadirannya. Sampai suatu hari, sesuatu yang dulu terasa begitu besar perlahan mengecil dengan sendirinya.
Aku masih bisa mengingatmu tanpa merasa harus kembali.
Masih bisa merindukanmu tanpa merasa harus menghubungimu.
Dan mungkin, itu tanda kecil bahwa hatiku akhirnya sedang belajar melepaskan.
Aku cuma berharap, hari-hari setelah ini akan terasa semakin ringan.
Semoga nanti aku benar-benar bisa fokus lagi pada hidupku sendiri—pada hal-hal yang sempat terlupakan karena terlalu sibuk memikirkan seseorang yang tidak lagi berjalan bersamaku.
Aku ingin kembali menjadi aku.
Menikmati hari-hariku tanpa menunggu pesan siapa-siapa. Tertawa tanpa menyelipkan namamu di dalam kepala. Menjalani hidup tanpa diam-diam berharap kamu kembali.
Dan kalau suatu hari nanti kita benar-benar bertemu lagi,
aku tidak ingin pertemuan itu membawa luka yang sama.
Aku ingin kita bertemu sebagai dua orang yang sudah selesai dengan versi lama diri kita masing-masing.
Maybe not to start again.
Maybe just to smile and think,
“Oh, ternyata kita pernah sedekat itu.”
Dan semoga saat hari itu datang, kita sudah sama-sama menjadi versi terbaik dari diri kita.
Bukan lagi dua orang yang saling mencari karena kesepian,
tapi dua orang yang sudah cukup bahagia dengan hidupnya masing-masing.
Untuk sekarang, biarkan jarak ini tetap ada.
Aku sedang belajar bahwa tidak semua yang kita sayangi harus kita bawa sampai akhir.
Some things are meant to be loved,
then gently left behind.
And maybe, this is what letting go feels like.
Komentar
Posting Komentar