Mungkin Kita Bisa Mulai Lagi
Kalau suatu hari kita bertemu lagi,
aku ingin kita pura-pura tidak pernah saling mengenal.
Bukan karena aku ingin melupakan apa yang pernah terjadi, tapi karena mungkin satu-satunya cara untuk tidak mengulang kesalahan yang sama adalah dengan datang tanpa membawa masa lalu.
Kamu boleh tanya namaku.
Aku akan tanya kabarmu.
Kamu boleh cerita tentang hari-harimu belakangan ini, aku juga akan cerita tentang hidupku yang ternyata tetap berjalan meski kita sudah tidak ada di dalamnya.
Kita tidak perlu membicarakan siapa yang pergi lebih dulu.
Tidak perlu mengorek alasan kenapa semuanya berakhir.
Tidak perlu menghitung siapa yang lebih banyak terluka.
Anggap saja kita dua orang yang kebetulan bertemu di tempat yang sama, pada waktu yang berbeda.
Lalu, kalau setelah semua percakapan itu ternyata aku masih membuatmu tertawa…
kalau ternyata aku masih nyaman mendengar ceritamu…
kalau ternyata di antara dua orang asing itu masih ada sesuatu yang terasa familiar—
Mungkin kita boleh jatuh cinta lagi.
Bukan pada versi kita yang dulu.
Tapi pada dua orang yang sudah berubah, sudah belajar, sudah tahu rasanya kehilangan, dan akhirnya bertemu lagi dengan hati yang sedikit lebih hati-hati.
Aku tidak ingin mengulang cerita lama.
Aku cuma ingin tahu…
Bagaimana jadinya kalau kali ini kita bertemu sebagai dua orang yang sama sekali tidak saling mengenal—
lalu memilih untuk saling mengenal lagi,
pelan-pelan,
dari awal.
Komentar
Posting Komentar