One More Day, Maybeee
Katanya, kalau suatu hari kamu bisa tidur nyenyak lagi, berarti kamu sudah sembuh.
Aku sempat percaya itu.
Ternyata yang berubah bukan cuma cara tidurku.
Yang berubah adalah rute pulang.
Alamat rumah.
Tempat kerja.
Kebiasaan.
Bahkan versi diriku sendiri.
Funny how one person can leave…
and somehow everything else starts moving too.
Dulu aku pikir move on itu tentang menghapus seseorang dari hidup.
Sekarang aku tahu, move on lebih sering berarti belajar hidup di versi dunia yang sudah berbeda.
Ada masa di mana aku menangis tanpa alasan yang jelas.
Lagi nyetir.
Lagi kerja.
Lagi antre beli kopi.
Lagi lihat langit sore.
Everything looked normal.
Except me.
Orang-orang cuma melihat aku tetap berfungsi.
Mereka nggak lihat berapa kali aku harus bilang ke diri sendiri,
“One more day. Just get through today.”
Makanya aku pindah rumah.
Makanya aku minta mutasi kerja.
Bukan karena aku lemah.
Tapi karena kadang, untuk bisa bertahan, kita memang harus berhenti tinggal di tempat yang terus mengingatkan kita pada versi hidup yang sudah selesai.
Healing isn’t always about becoming stronger.
Sometimes it’s simply about making your days a little less painful than yesterday.
Dan mungkin itu yang selama ini sedang aku lakukan.
Bukan mengejar lupa.
Bukan memaksa ikhlas.
Cuma pelan-pelan membangun hidup yang suatu hari nanti…
tidak lagi terasa asing untuk ditinggali.
Komentar
Posting Komentar