Please Disturb Me Again

Ada hal-hal yang ternyata baru terasa berharganya setelah semuanya berhenti.


Aku kangen dipanggil, “Sayang…”
Kangen ditanyain, “Kamu ke mana sih?”
Kangen baru ilang 15 menit, terus chat-ku dicariin kayak orang hilang satu RT.


Lucu ya. Dulu kadang aku bilang, “Ih, sabarr sayaang.”
Sekarang justru aku kangen hidupku diribetin sama orang yang sama.

Kangen ada yang selalu penasaran aku lagi ngapain, lagi makan apa, lagi sama siapa.


Turns out…
being someone’s favorite notification felt so comforting.


Yang paling aku rindukan bukan sekadar chat-nya.
Tapi versi dia yang dulu.
Versi yang selalu excited setiap aku muncul.
Versi yang bikin aku merasa, “Oh, ternyata ada ya seseorang yang sesenang itu cuma karena aku ada.”


Sekarang semuanya sunyi.
HP tetap bunyi, notifikasi tetap masuk.
Tapi rasanya beda.


Kadang aku masih senyum sendiri kalau ingat betapa “intensnya” dia dulu.
Dan lucunya, sekarang aku sadar…
ternyata aku memang suka hidupku diganggu.
Asal sama dia.


Maybe that’s the funny thing about memories.
Dulu kita tidak merasa special meskipun sering dicari.
Sekarang kita diam-diam berharap, semoga sekali lagi ada chat yang masuk cuma buat bilang,
“Sayang, kok ngilang sih?”


Komentar

Postingan Populer