Setelah 16 Tahun

Ada beberapa hal yang seharusnya tidak perlu diulang dalam hidup.

Memakai baju yang sama dengan mantan, misalnya.
Mengambil keputusan setelah jam dua belas malam.
Dan, tentu saja, jatuh cinta lagi kepada orang yang sama setelah enam belas tahun berhasil tidak peduli.

Aku kira aku sudah mahir melupakanmu, ternyata belum.

Lebih seperti seseorang yang sudah hafal jalan pulang dan tidak lagi tergoda untuk berbelok ke gang lama.

Enam belas tahun cukup panjang untuk membuat seseorang berubah.

Kita tumbuh.
Kita menua.
Kita punya cerita masing-masing.
Dan entah bagaimana, hidup membawa kita kembali ke satu titik yang dulu pernah kita tinggalkan tanpa benar-benar mengucapkan selamat tinggal.

Dimulai dengan percakapan-percakapan kecil yang mulai terasa terlalu familiar.
Sampai tawa yang seharusnya biasa saja terdengar seperti sesuatu yang pernah kukenal.
Sampai aku mulai menyadari bahwa ada bagian dari aku yang ternyata menyimpan namamu di tempat yang tidak pernah benar-benar kubersihkan.

Lalu kita mencoba lagi.

Sudah punya enam belas tahun untuk belajar, tapi masih bisa mengambil ujian yang sama dengan penuh keyakinan.

Dan ternyata—

jawabannya tetap salah.

Kita berakhir lagi.

Tidak dengan dramatis.
Tidak dengan hujan deras seperti adegan film.
Hanya dua orang dewasa yang akhirnya harus menerima bahwa beberapa hal memang indah ketika dikenang, tetapi tidak selalu masuk akal ketika dihidupkan kembali.

Jadi sekarang aku punya pencapaian yang agak menyedihkan sekaligus menggelikan:

Berhasil move on selama 16 tahun, hanya untuk patah hati kepada orang yang sama untuk kedua kalinya.

Kalau ini sebuah tutorial, aku mungkin akan memberi catatan kecil di halaman terakhir:

Pastikan sebelum membuka kembali buku lama, kamu siap membaca akhir cerita yang sama.

Karena ternyata waktu memang bisa membuat kita lupa rasa sakit.

Tapi waktu tidak selalu mengubah alasan kenapa sesuatu pernah berakhir.

Dan mungkin, kali ini aku tidak perlu menunggu enam belas tahun lagi untuk mengerti.

Cukup satu kali patah hati tambahan.

Semoga ini cicilan terakhir.


Komentar

Postingan Populer