This Too Shall Pass

“This too shall pass.”


Kalimat itu terdengar begitu tenang saat kamu mengucapkannya.

Seolah waktu akan mengurus sisanya.

Seolah yang perlu kulakukan hanya menunggu.

Padahal, tidak semua hal berlalu dengan cara yang sama.

Ada yang hilang dalam hitungan hari.

Ada yang tetap tinggal, meski orangnya sudah lama pergi.

Aku tidak sedang berusaha mengembalikan siapa pun.

Aku hanya sedang belajar menerima bahwa ada orang yang hadir begitu tepat, lalu pergi justru karena itu yang paling benar.

Lucunya, yang paling sulit dilepaskan bukan kenangannya.

Melainkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak pernah sempat terjadi.

Semua “seandainya.”

Semua rencana yang hanya sempat hidup di kepala.

Semua masa depan yang diam-diam pernah kubayangkan.

Mungkin memang benar.

This too shall pass.

Bukan karena aku akan lupa.

Tapi karena suatu hari nanti, aku akan berhenti menawar kenyataan.

Dan ketika hari itu datang, semoga aku tidak lagi bertanya kenapa kita dipertemukan.

Semoga aku hanya bisa tersenyum, lalu mengerti…

bahwa tidak semua pertemuan diciptakan untuk menjadi akhir cerita.

Sebagian hanya datang untuk mengubah kita, lalu pergi.

Komentar

Postingan Populer